Agroteknologi (S-1)

Kompetensi Lulusan S1 Teknologi Industri PertanianLulusan Program Studi Teknologi Industri Pertanian dibekali dengan pengetahuan, etika profesi, ketrampilan dan kemampuan mengembangan dan menerapkan teknologi dengan melibatkan ilmu-ilmu kimia, matematik, fisika, keteknikan dan biologi untuk konservasi tanah, memproduksi hasil pertanian dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk sajian termasuk cara-cara pengawetannya, yang mempunyai nilai tambah di dalam kualitas, nilai gizi dan daya gunanya serta siap untuk dimanfaatkan sebagai bahan industri, perdagangan dan bahan konsumsi, dengan mengadakan optimasi proses dan manajemen di dalam sistem produksi hayati.

Lulusan Program Studi Teknologi Industri Pertanian :

  • Memiliki kemampuan menggunakan, merancang dan mengembangkan berbagai peralatan dan proses agroindustri.
  • Memiliki kemampuan mengelola sistem agroindustri meliputi kemampuan managerial, rekayasa (engineering) penguasaan teknologi dan proses produksi.
  • Mampu secara sistematis memecahkan permasalahan dalam sistem agroindustri dan trampil mengembangkan berbagai alternatif.
  • Memiliki kemampuan merencanakan, menghasilkan dan mengembangkan berbagai produk industri dan sumber daya alam (hasil pertanian)
  • Memiliki kemampuan melakukan proses transpormasi infut (bahan baku, mesin, modal tenaga kerja dan metode)
  • Mampu mengadakan penelitian dan pengembangan sistem agroindustri untuk improvisasi dan inovatif dengan proses pengolahan yang baik ke arah efisiensi.
  • Mampu melakukan monitoring dan pengendalian kualitas yang mencakup kebutuhan bahan baku, bahan penolong, bahan pengawet dan produk sesuai dengan kualitas dan keamanan.
  • Mampu melakukan pengendalian dan pengontrolan serta merancang spesifikasi bahan-bahan dalam pengolahan, mesin, peralatan dan prosedur pengolahan untuk menjadi mutu dan keamanan produk pertanian yang terjamin.
  • Memiliki kemampuan melakukan perencanaan dan perancangan mesin, dan peralatan proses pengolahan yang efektif, efisien dan aman swsuai dengan standar kualitas.
  • Mampu melakukan pengaturan dan pengendalian serta pembelian dan pemasaran bahan baku, bahan penolong dan produk yang terlibat dalam proses pengolahan pada agroindustri.
  • Memiliki kemampuan melakukan penanganan pasca panen hasil pertanian, mengolah hasil pertanian, melakukan sanitasi dan pengawasan, menjalankan manajemen industri pertaniann, dan mampu melaksanakan kewirausahaan.
  • Menguasai ketrampilan teknis dan manajerial tentang budidaya, seperti penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama penyakit gulma, panen dan pasca panen serta kompetensi manajerial dan kewirausahawan.
  • Memiliki pengetahuan dan apresiasi pada sistem biologi atau pertanian yang digunakan sebagai dasar penerapan teknologi dan keteknikan.
  • Memiliki kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan teknologi pada pengolahan hasil pertanian dan membuat pendekatan untuk upaya pemecahan masalah serta evaluasinya.
  • Memiliki kemampuan merancang sistem dan proses dengan memperhatikan aspek-aspek gizi, ekonomi, sosial dan dampak lingkungannya.
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi, melakukan pembelajaran secara mandiri dan membangun kerjasama.
  • Memiliki jiwa wirausaha yang menguasai teknologi dengan profesionalisme tinggi serta mampu mengadopsi dan menjadi inovator yang peka dan tanggap terhadap perkembangan teknologi industri pertanian, sehingga mampu memanfaatkan peluang usaha yang didasari pertimbangan keilmuan.
  • Memiliki jiwa sosial dan profesionalisme yang bertanggungjawab untuk memecahkan permasalahan teknologi yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
  • Merencanakan, melaksanakan, mengelola, mengembangkan dan mengevaluasi berbagai macam pekerjaan pada agroindustri.

Kompetensi umum/dasar Sarjana Teknologi Industri Pertanian adalah memiliki kualitas dan integritas intelektual; berdaya saing tinggi baik secara akademis maupun moral; mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan; menyadari bahwa ilmu pengetahuan selalu maju dan berkembang; mampu menelusuri dan mendapatkan informasi ilmiah/keteknikan; mengetahui cara dan dapat terus-menerus belajar; dalam menangani tiap masalah, mampu mengungkap struktur dan inti persoalan serta menetapkan prioritas tahapan-tahapan penyelesaiannya; mengetahui dan dapat memanfaatkan kegunaan matematika dan teknologi informasi; dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan; cakap dan terampil dalam bidang teknologi industri pertanian; dapat menyelesaikan masalah secara logika, memanfaatkan data/informasi yang tersedia; dapat menggunakan konsep-konsep untuk menerangkan hal-hal yang tidak/kurang jelas; mampu mandiri dalam kerja dan upaya; mampu aktif berperan-serta dalam kelompok kerja; mampu berkomunikasi dengan para pakar dalam bidang keahlian lain dan memanfaatkan bantuan mereka; mampu memanfaatkan secara efektif sumber-sumber daya yang ada; mampu memulai rintisan pembentukan unit wirausaha di bidang teknologi industri pertanian, mampu mengikuti perkembangan baru di bidang teknologi industri pertanian, melaksanakan penelitian, atau mengikuti program studi di tingkat lebih lanjut.

Profesi dan Karir Lulusan S1 Teknologi Industri PertanianSarjana Teknologi Industri Pertanian dapat bekerja dan berkarir di berbagai instansi pemerintah ataupun swasta (nasional ataupun multinasional) sebagai perencana, perekayasa, praktisi, tenaga ahli, manajer/staff, konsultan, peneliti, quality control, supervisi atau analis, dsb, pada berbagai bidang, terutama pada bidang :

  • Industri hasil tanaman perkebunan : industri gula, kopi, teh, coklat, dsb.
  • Industri hasil tanaman hortikultura : industri pengolahan dan pengawetan buah-sayur.
  • Industri produk fermentasi : alkohol, sorbitol, HFS, bir, MSG, makanan tradisional dsb.
  • Industri hasil peternakan : industri pengolahan susu, corned beef, daging kaleng, sosis, nugget, pakan ternak, dsb.
  • Industri hasil perairan : industri pengalengan dan pengolahan hasil perairan (ikan air tawar, ikan laut seperti sarden/mackerel, tuna, udang, kerang, rumput laut dsb).
  • Industri hasil tanaman pangan : industri pangan instan, roti/bakery, flour mills, dsb.
  • Industri produk minuman dan makanan ringan : air kemasan, soft drink, syrup, confectionery, jam & jelly, snack & crackers, pangan ekstruksi dsb.
  • dsb.

Sarjana Teknologi Industri Pertanian dapat bekerja dan berkarir sebagai peneliti atau analis pada lembaga / balai penelitian atau dosen di Perguruan Tinggi atau Lembaga Pendidikan Pelatihan Profesional, dsb.

Menjadi technopreneur atau entrepreneur (wiraswasta) dengan mendirikan jasa konsultan atau kontraktor di bidang pertanian dan agroindustri, di bidang industri dan pengolahan hasil pertanian; mendirikan restoran dan catering (jasa boga), dsb.